Sabtu, 09 November 2024

Hereditas pada manusia


                      Penyakit menurun pada

                                 Manusia

                                 


                             Disusun oleh:
                             Nama:Alvin putra s
                             Kelas:XII:9
                             No absen:01

Cerita tentang penyakit menurun
      
            •HEMOFILIA :Menurut Suryo, 2011: 206, hemofilia ialah suatu penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku di waktu terjadi luka Biasanya darah orang normal bila keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit. Akan tetapi pada orang hemofilia, darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah menyebabkan orang meninggal dunia karena kehilangan darah. 

Perkawinan antara seorang perempuan normal homozigotık (HH) dengan laki-lakı hemofilia (h-) akan menghasilkan anak perempuan maupun laki-laki normal. Walaupun anak perempuan itu normal, tetapi "carrier" Jika ia menikah dan kebetulan mendapatkan suamı hemofilia pula, maka separoh dari jumlah ana laki-lakinya ada kemungkinan hemofilia. Sedangkan genotipe hh bersifat letal. Dengan demikian tidak ada perempuan yang hemofilia. Perhatikan persilangan berikut 

Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal yang menikah dengan laki-lakı hemofilia akan mempunyai anak-anak vang semuanya normal. Jadi ayah tidak mewariskan gen hemofilia yang dimilikinya kepada anak. Perhatikan juga persilangan berikut
Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal tetapi carrier menikah dengan laki-laki hemofilia, akan dapat menghasilkan anak perempuan hemofilia


Buta warna   : Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari kata "colour blind")

Karena gennya terdapat dalam kromosom X, sedangkan seorang perempuan mempunyai 2 kromosom-X, maka seorang perempuan dapat normal homozigotik (CC), normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang dijumpai homozigotik (cc) sehingga buta warna.

Laki-laki hanya memiliki sebuah kromosom- X saja, sehingga ia hanya dapat normal (C-) atau buta warna (c- ) saja. Perhatikan persilangan berikut. 

Pada persilangan di atas,laki² buta warna menikah dengan perempuan normal,maka semua anak akan normal. Perhatikan juga persilangan berikut. 
Pada persilangan di atas, seorang laki-laki normal menikah dengan perempuan buta warna. Semua anak perempuan akan normala tetapi admua anak laki lakı buta warna. Di sini tampak adanya "criss-cross inheritance" (cara menurun bersilang), karena sifat ayah diwariskan kepada anak perempuan, sedangkan sifat ibu kepada anak laki-laki. Perhatikan persilangan berikut. 

Pada persilangan di atas, perempuan normal (carrier) Cc menikah dengan laki-laki buta warna c. Separoh dari jumlah anak perempuan kemungkinan buta warna, demikian pula dengan anak laki-laki.

•Anodontia   :Anodontia adalah kelainan herediter yang disebabkan oleh gen resesif pada kromosom -X. Orang yang menderita kelainan ini tidak memiliki benih gigi di dalam tulang rahangnya, sehingga gigi tidak tumbuh seterusnya. Alelnya dominan A menentukan orang bergigi normal. Anodontia juga lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.


•Albino    :Albino disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, yaitu kelainan genetik dengan ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif. Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih su atau putih pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua). 

Gen albino menyebabkan tubuh tidak dapat membuat pigmen melanin. Sebagian besar bentuk albino adalah hasil dari kelainan biologi dari gen-gen resesif yang diturunkan dari orang tua, walaupun dalam kasus- kasus yang jarang dapat diturunkan dari ayah/ibu saja Ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan albino, tetapi semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.


• Sindaktili     :Sindaktili merupakan kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih sehingga telapak tangan menjadi berbentuk seperti kaki bebek atau angsa (webbed rs). Dalam keadaan normal, ada sejumlah gen yang membawa "perintah" kepada deretan sel di antara dua uri untuk mati, sehingga kedua jari tersebut menjadi terpisah sempurna. Pada kelainan ini, gen tersebut mengalami gangguan. Akibatnya, jari-jari tetap menyatu dan tidak terpisah menjadi lima jari.

Jari yang sering mengalami pelekatan adalah jari telunjuk dengan jari tengah, jari tengah dengan jari manis, atau ketiganya. Sindaktili terjadi pada 1 dari 2.500 kelahiran. Lebih banyak terjadi pada bayı laki-laki dibandingkan bayi perempuan.


•Polidaktili     :Polidaktili merupakan pewarisan sifat berupa kelebihan jumlah jari tangan atau kaki. Polidaktili dikenal juga dengan nama hiperdaktili. Bila jumlah jarinya enam disebut seksdaktili, dan bila tujuh disebut heksadaktili Polidaktili terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran

•Brakidaktili     :Brakidaktili adalah cacat lahir kongenital ditandai dengan jari tangan atau jari kaki yang lebih pendek dari biasanya. Brakidaktili terjadi pada 1 dari 4.000 kelahiran










Buku paket MEDIATAMA HAL :170-173
Motto:Kesehatan adalah anugrah terindah yang terkadang lupa untuk kita syukuri

Jumat, 08 November 2024

Perencanaan Usaha Alat Uji Kekeruhan Air

 


Nama : Firda Nirmala Ariati Azzahra 
Kelas : Xll-3
No. Absen : 14


Sebelum melakukan proses produksi alat uji kekeruhan air dilakukan analisis peluang usaha. Menganalisis peluang usaha produk teknologi rekayasa terapan dimaksudkan untuk menemukan peluang usaha produk yang dapat dimanfaatkan serta mengetahui besarnya potensi usaha tersedia dan lamanya usaha dapat bertahan

1. Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha (produk rekayasa) didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif dengan memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity) dengan cara meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threat). Analisis SWOT membantu mulai perencanaan hingga pelaksanaan rangkaian terhadap bisnis secara terstruktur dan sistematis melalui pengetahuan dasar tentang hal-hal berikut. 
a. Cara agar dapat memanfaatkan kekuatan (strength) sehingga menghasilkan peluang (oppopportunity)
b. Strategi yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan (weakness) perusahaan yang berisiko mencegah datangnya keuntungan sekaligus berpotensi mendatangkan kerugian
c. Cara yang tepat agar dapat memanfaatkan kekuatan (strength) yang dimiliki oleh perusahaan sehingga bisnis yang dijalankan mampu menghadapi dan menyelesaikan ancaman (threat) yang ada maupun mungkin akan timbul
d. Langkah yang harus diambil untuk mengendalikan dan mengatur kelemahan (weakness) perusahaan yang berisiko dalam memicu ancaman (threat) saat menjalankan bisnis. Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama ke dalam daftar yang terorganisasi dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana. Berikut analisis SWOT alat uji kekeruhan air.

a. Kekuatan (Strength)
1) Desain yang akurat alat uji kekeruhan air yang dirancang dengan baik dan akurat dapat menjadi kekuatan utama.
2) Kualitas yang tinggi, produk yang memiliki kualitas tinggi dapat meningkatkan reputasi dan kepercayaan konsumen
3) Teknologi terkini, penggunaan teknologi terkini dalam alat uji dapat meningkatkan kinerja dan kehandalan produk

b. Kelemahan (Weakness)
1) Biaya produksi tinggi, jika biaya produksi tinggi, harga produk dapat menjadi hambatan dalam penetrasi pasar. 
2) Keterbatasan sumber daya, kurangnya sumber daya, seperti tenaga kerja yange terampil atau fasilitas produksi yang memadai, dapat menjadi kendala dalam produksi.

c. Peluang (Opportunity) 
1) Pertumbuhan pasar, pasar alat uji kekeruhan air terus berkembang seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya mengukur kualitas air.
2) Kebutuhan regulasi, adanya regulasi yang mewajibkan pengukuran kekeruhan air di berbagai sektor dapat menjadi peluang untuk produk ini.

d. Ancaman (Threat)
1) Persaingan yang ketat, persaingan dengan produsen alat uji kekeruhan air lainnya dapat menjadi ancaman terutama jika tidak ada diferensiasi yang jelas.
2) Perubahan teknologi, perkembangan teknologi yang cepat dapat membuat produk menjadi usang atau kurang relevan jika tidak diperbarui secara teratur.
Dengan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, entitas dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai kesuksesan dan merespons perubahan lingkungan dengan lebih baik

2 . Tujuan Analisis SWOT

Sebagai metode yang mempermudah dalam melakukan perencanaan strategi secara khusus di bidang bisnis, analisis SWOT memiliki tujuan utama sebagai berikut.

a. Memudahkan Pemetaan Faktor-Faktor Penting
Keempat komponen analisis SWOT akan memudahkan dalam mengetahui sekaligus memetakan faktor-faktor penting yang mengelilingi sebuah rencana atau strategi Dengan analisis SWOT, wirausaha dapat mengetahui faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan, seperti faktor kekuatan dan kelemahan sekaligus faktor-faktor eksternal di luar perusahaan, seperti kesempatan dan ancaman.

b. Memprediksi Berbagai Masalah yang Mungkin Muncul
Dengan mengetahui potensi-potensi pemicu permasalahan dari analisis SWOT yang dapat berupa kekurangan maupun ancaman, wirausaha dapat lebih jeli dalam melihat kemungkinan masalah yang akan datang. Wirausaha dapat mempersiapkan untuk mengatasi masalah tersebut.

c. Mengetahui Posisi Perusahaan di Tengah Persaingan
Metode analisis SWOT yang memperhatikan dengan saksama bagaimana suatu rencana disusun berdasarkan pertimbangan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tidak hanya untuk melihat posisi perusahaan, namun juga untuk melihat perusahaan kompetitor yang ikut bersaing di pasar. Dengan analisis SWOT wirausaha dapat juga menganalisis perusahaan lawan agar dapat unggul dalam persaingan secara nyata di pasar.

d. Memberi Kesempatan Perusahaan untuk Berkembang
Penggunaan analisis SWOT yang tepat dan maksimal mempermudah dalam memperoleh kesempatan untuk mengembangkan perusahaan. Perencanaan matang dengan memperhatikan faktor-faktor penting dalam empat komponen SWOT akan mendekatkan kemajuan perusahaan.

e. Memudahkan Pengambilan Keputusan
Analisis SWOT digunakan untuk keperluan perencanaan strategi dan penyelesaian masalah. Dengan demikian, analisis SWOT dapat mempermudah dalam mengambil keputusan-keputusan penting selama menjalani bisnis di perusahaan.

3. Menyusun Pertanyaan Analisis
Analisis SWOT menjadi salah satu cara dalam mengatasi masalah bisnis dan kendala yang harus dihadapi di masa mendatang.
Berikut contoh pertanyaan yang dapat disusun untuk menentukan empat unsur analisis SWOT.

a. Strength
Fokus pada hal-hal unik, istimewa, dan unggul yang dimiliki oleh bisnis yang dibangun.
Beberapa pertanyaan yang diajukan seperti berikut :
1) Apa saja keunggulan dari produk?
2) Apa saja hal unik dari produk yang membuatnya berbeda?
3) Apa keunggulan sistem pemasaran Anda dibanding kompetitor?
4) Apa yang membuat banyak pelanggan menjadi terus-menerus membeli produk Anda? 
5) Apa strategi pemasaran yang membuat produk Anda dapat akrab di telinga konsumen?

b. Weakness
Fokus pada hal-hal yang merupakan kekurangan sehingga membuat produk yang ditawarkan menjadi membosankan, tidak laku, bahkan dijauhi konsumen. Contoh pertanyaan untuk mengetahui weakness sebagai berikut.
1) Apa yang membuat produk tidak laku di pasar?
2) Mengapa konsumen tidak mengenal produk yang ditawarkan?
3) Bagaimana strategi pemasaran sehingga membuat produk tidak laku?
4) Di mana letak toko sehingga sepi pengunjung?
5) Apa yang membuat pelanggan setia berhenti membeli produk?

c. Opportunity
Fokus pada hal-hal yang bisa menjadi kesempatan sehingga dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih maju. Contoh pertanyaan yang diajukan sebagai berikut

1) Apakah usaha Anda telah memenuhi tren yang sedang berlaku di pasar?
2) Apakah usaha Anda telah memenuhi kebutuhan konsumen secara umum?
3) Apakah geral yang dibangun sesuai letak target pasar?

d. Threat
Fokus pada hal-hal yang dapat berpotensi mengancam atau mengganggu jalannya bisnis. Berikut pertanyaan yang dapat diajukan
1) Apa tren yang telah dilewatkan oleh usaha Anda?
2) Apa yang dilakukan kompetitor sehingga mereka begitu kuat?
3) Apa saja peristiwa politik atau bencana alam yang dapat memengaruhi usaha?


"Langkahmu Menentukan Masa Depanmu, jadi selalu berhati-hatilah dalam melangkah"






Hereditas pada Manusia

 Penyakit menurun


Disusun oleh:

Nama: Downa Gianti Ari
kelas: XII-9
Absen: 09

1. Hemofilia

 Menurut Suryo, 2011: 206, hemofilia ialah suatu penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku di waktu terjadi luka. Biasanya darah orang normal bila keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit. Akan tetapi pada orang hemofilia, darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah menyebabkan orang meninggal dunia karena kehilangan darah.

Perkawinan antara seorang perempuan normal homozigotik (HH) dengan laki-laki hemofilia (h-) akan menghasilkan anak perempuan maupun laki-laki normal. Walaupun anak perempuan itu normal, tetapi ia "carrier". Jika ia menikah dan kebetulan mendapatkan suami hemofilia pula, maka separoh dari jumlah anak laki-lakinya ada kemungkinan hemofilia. Sedangkan genotipe hh bersifat letal. Dengan demikian tidak ada perempuan yang hemofilia. Perhatikan persilangan berikut.

Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal yang menikah dengan laki-laki hemofilia akan mempunyai anak-anak yang semuanya normal. Jadi ayah tidak mewariskan gen hemofilia yang dimilikinya kepada anak. Perhatikan juga persilangan berikut.


Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal tetapi carrier menikah dengan laki-laki hemofilia, akan dapat menghasilkan anak perempuan hemofilia.

2. Buta Warna 

Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari kata "colour blind")


Karena gennya terdapat dalam kromosom
X, sedangkan seorang perempuan mempunyai 2 kromosom-X, maka seorang perempuan dapat normal homozigotik (CC), normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang dijumpai homozigotik (cc) sehingga buta warna.

Laki-laki hanya memiliki sebuah kromosom- X saja, sehingga ia hanya dapat normal (C-) atau buta warna (c-) saja. Perhatikan persilangan berikut.


Pada persilangan di atas, laki-laki buta warna menikah dengan perempuan normal, maka semua anak akan normal. Perhatikan juga persilangan berikut.

Pada persilangan di atas, perempuan normal (carrier) Cc menikah dengan laki-laki buta warna c. Separoh dari jumlah anak perempuan kemungkinan buta warna, demikian pula dengan anak laki-laki.


3. Anodontia 

Anodontia adalah kelainan herediter yang disebabkan oleh gen resesif pada kromosom -X. Orang yang olehderita kelainan ini tidak memiliki benih gigi di dalam tulang rahangnya, sehingga gigi tidak tumbuh seterusnya. Alelnya dominan A menentukan orang bergigi normal. Anodontia juga lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.




4.Albino

Albino disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, yaitu kelainan genetik dengan ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif. Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau putih pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua).

Gen albino menyebabkan tubuh tidak dapat membuat pigmen melanin. Sebagian besar bentuk albino adalah hasil dari kelainan biologi dari gen-gen resesif yang diturunkan dari orang tua, walaupun dalam kasus- kasus yang jarang dapat diturunkan dari ayah/ibu saja. Ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan albino, tetapi semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.



5. Sindaktili

Sindaktili merupakan kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih sehingga telapak tangan menjadi berbentuk seperti kaki bebek atau angsa (webbed fingers). Dalam keadaan normal, ada sejumlah gen yang membawa "perintah" kepada deretan sel di antara dua jari untuk mati, sehingga kedua jari tersebut menjadi terpisah sempurna. Pada kelainan ini, gen tersebut mengalami gangguan. Akibatnya, jari-jari tetap menyatu dan tidak terpisah menjadi lima jari.

Jari yang sering mengalami pelekatan adalah jari telunjuk dengan jari tengah, jari tengah dengan jari manis, atau ketiganya. Sindaktili terjadi pada 1 dari 2.500 kelahiran. Lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan.
sumber
https://pin.it/3IwUEJAA6

6. Polidaktili

Polidaktili merupakan pewarisan sifat berupa kelebihan jumlah jari tangan atau kaki. Polidaktili dikenal juga dengan nama hiperdaktili. Bila jumlah jarinya enam disebut seksdaktili, dan bila tujuh disebut heksadaktili. Polidaktili terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran.
sumber :https://images.app.goo.gl/mUwbw8oNpp9m4caW7


7. Brakidatili

Brakidaktili adalah cacat lahir kongenital ditandai dengan jari tangan atau jari kaki yang lebih pendek dari biasanya. Brakidaktili terjadi pada 1 dari 4.000 kelahiran.

Sumber: Buku mediatama hal 170-173
Motto: Jika masalah tidak ada jalan keluarnya, maka kita yang keluar jalan jalan

PERENCANAAN USAHA ALAT UJI KEKERUHAN AIR


DISUSUN OLEH : VIOLA AGUSTIAN MAJID.

KELAS : XII-3 (34).


F. Perencanaan Usaha Alat Uji Kekeruhan Air.

Sebelum melakukan proses produksi alat uji kekeruhan air dilakukan analisis peluang usaha.

Menganalisis peluang usaha produk teknologi rekayasa terapan dimaksudkan untuk menemukan peluang usaha produk yang dapat dimanfaatkan serta mengetahui besarnya potensi usaha tersedia dan lamanya usaha dapat bertahan.

1. Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha (produk rekayasa) didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif dengan memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity) dengan cara meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threat). Analisis SWOT membantu mulai perencanaan hingga pelaksanaan rangkaian terhadap bisnis secara membantu mulai perencanaan hingga pelaksanaan rangkaian terhadap bisnis secara terstruktur dan sistematis melalui pengetahuan dasar tentang hal-hal berikut.

a. Cara agar dapat memanfaatkan kekuatan (strength) sehingga menghasikan peluang(opportunity)

b. Strategi yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan (weakness) perusahaan yang berisiko mencegah datangnya keuntungan sekaligus berpotensi mendatangkan kerugian. 

c. Cara yang tepat agar dapat memanfaatkan kekuatan (strength) yang dimiliki oleh perusahaan sehingga bisnis yang dijalankan mampu menghadapi dan menyelesaikan ancaman (threat) yang ada maupun mungkin akan timbul.

d. Langkah yang harus diambil untuk mengendalikan dan mengatur kelemahan (weakness) perusahaan yang berisiko dalam memicu ancaman (threat) saat menjalankan bisnis.

Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama ke dalam daftar yang terorganisasi dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana. Berikut analisis SWOT alat uji kekeruhan air.

a. Kekuatan (Strength)

1) Desain yang akurat, alat uji kekeruhan air yang dirancang dengan baik dan akurat

dapat menjadi kekuatan utama.

2) Kualitas yang tinggi, produk yang memiliki kualitas tinggi dapat meningkatkan reputasi dan kepercayaan konsumen

3) Teknologi terkini, penggunaan teknologi terkini dalam alat uji dapat meningkatkan kinerja dan kehandalan produk.

b. Kelemahan (Weakness)

1) Biaya produksi tinggi, jika biaya produksi tinggi, harga produk dapat menjadi hambatan dalam penetrasi pasar.

2) Keterbatasan sumber daya, kurangnya sumber daya, seperti tenaga kerja yang terampil atau fasilitas produksi yang memadai, dapat menjadi kendala dalam produksi.

c. Peluang (Opportunity)

1) Pertumbuhan pasar, pasar alat uji kekeruhan air terus berkembang seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya mengukur kualitas air.

2) Kebutuhan regulasi, adanya regulasi yang mewajibkan pengukuran kekeruhan air di berbagai sektor dapat menjadi peluang untuk produk ini.

d. Ancaman (Threat)

1) Persaingan yang ketat, persaingan dengan produsen alat uji kekeruhan air lainnya dapat menjadi ancaman terutama jika tidak ada diferensiasi yang jelas

2) Perubahan teknologi, perkembangan teknologi yang cepat dapat membuat produk menjadi usang atau kurang relevan jika tidak diperbarui secara teratur.

Dengan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, entitas dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai kesuksesan dan merespons perubahan lingkungan dengan lebih baik.

2. Tujuan Analisis SWOT

Sebagai metode yang mempermudah dalam melakukan perencanaan strategi secara

khusus di bidang bisnis, analisis SWOT memiliki tujuan utama sebagai berikut.

a. Memudahkan Pemetaan Faktor-Faktor Penting

Keempat komponen analisis SWOT akan memudahkan dalam mengetahui sekaligus

memetakan faktor-faktor penting yang mengelilingi sebuah rencana atau strategi. Dengan analisis SWOT, wirausaha dapat mengetahui faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan, seperti faktor kekuatan dan kelemahan sekaligus faktor-faktor eksternal di

luar perusahaan, seperti kesempatan dan ancaman.

b. Memprediksi Berbagai Masalah yang Mungkin Muncul

Dengan mengetahui potensi-potensi pemicu permasalahan dari analisis SWOT yang dapat berupa kekurangan maupun ancaman, wirausaha dapat lebih jeli dalam melihat kemungkinan masalah yang akan datang. Wirausaha dapat mempersiapkan untuk

mengatasi masalah tersebut.

c. Mengetahui Posisi Perusahaan di Tengah Persaingan

Metode analisis SWOT yang memperhatikan dengan saksama bagaimana suatu rencana disusun berdasarkan pertimbangan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tidak hanya untuk melihat posisi perusahaan, namun juga untuk melihat

perusahaan kompetitor yang ikut bersaing di pasar. Dengan analisis SWOT wirausaha dapat juga menganalisis perusahan lawan agar dapat unggul dalam persaingan secara nyata di pasar.

d. Memberi Kesempatan Perusahaan untuk Berkembang

Penggunaan analisis SWOT yang tepat dan maksimal mempermudah dalam

memperoleh kesempatan untuk mengembangkan perusahaan. Perencanaan matang

dengan memperhatikan faktor-faktor penting dalam empat komponen SWOT akan

mendekatkan kemajuan perusahaan.

e. Memudahkan Pengambilan Keputusan

Analisis SWOT digunakan untuk keperluan perencanaan strategi dan penyelesaian masalah. Dengan demikian, analisis SWOT dapat mempermudah dalam mengambil keputusan-keputusan penting selama menjalani bisnis di perusahaan.

3. Menyusun Pertanyaan Analisis

Analisis SWOT menjadi salah satu cara dalam mengatasi masalah bisnis dan kendala yang harus dihadapi di masa mendatang.

Berikut contoh pertanyaan yang dapat disusun untuk menentukan empat unsur analisis SWOT.

a. Strength

Fokus pada hal-hal unik, istimewa, dan unggul yang dimiliki oleh bisnis yang dibangun.

Beberapa pertanyaan yang diajukan seperti berikut.

1) Apa saja keunggulan dari produk?

2) Apa saja hal unik dari produk yang membuatnya berbeda?

3) Apa keunggulan sistem pemasaran Anda dibanding kompetitor?

4) Apa yang membuat banyak pelanggan menjadi terus-menerus membeli produk Anda?

5) Apa strategi pemasaran yang membuat produk Anda dapat akrab di telinga konsumen?

b. Weakness

Fokus pada hal-hal yang merupakan kekurangan sehingga membuat produk yang

ditawarkan menjadi membosankan, tidak laku, bahkan dijauhi konsumen. Contoh

pertanyaan untuk mengetahui weakness sebagai berikut.

1) Apa yang membuat produk tidak laku di pasar?

2) Mengapa konsumen tidak mengenal produk yang ditawarkan?

3) Bagaimana strategi pemasaran sehingga membuat produk tidak laku?

4) Di mana letak toko sehingga sepi pengunjung?

5) Apa yang membuat pelanggan setia berhenti membeli produk?

c. opportunity

fokus pada hal-hal yang bisa menjadi kesempatan sehingga dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih maju. Contoh pertanyaan yang diajukan sebagai berikut.

1) apakah usaha Anda telah memenuhi tren yang sedang berlaku di pasar?

2) apakah usaha Anda telah memenuhi kebutuhan konsumen secara umum?

3) apakah kera yang dibangun sesuai letak target pasar?

d. Threat

Fokus pada hal hal yang dapat berpotensi mengancam atau mengganggu jalannya bisnis. Berikut pertanyaan yang dapat diajukan.

1) apa tren yang telah dilewatkan oleh usaha Anda?

2) apa yang dilakukan kompetitor sehingga mereka begitu kuat?

3) apa saja peristiwa politik atau bencana alam yang dapat memengaruhi usaha?


MOTTO : SAMBUT MASA DEPAN CEMERLANG DENGAN BERILMU

Hereditas pada manusia


Disusun oleh: Muhammad Fathir ubaidillah/20

penyakit menurun



1. Hemofilia

      Menurut Suryo, 2011: 206, HEMOFILIA ialah suatu penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku di waktu terjadi luka. 


Biasanya darah orang normal bila keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit. Akan tetapi pada orang hemofilia, darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah menyebabkan orang meninggal dunia karena kehilangan darah.


Perkawinan antara seorang perempuan normal homozigotik (HH) dengan laki-laki hemofilia (h-) akan menghasilkan anak perempuan maupun laki-laki normal. Walaupun anak perempuan itu normal, tetapi ia "carrier". Jika ia menikah dan kebetulan mendapatkan suami hemofilia pula, maka separoh dari jumlah anak laki-lakinya ada kemungkinan hemofilia. Sedangkan genotipe hh bersifat letal. Dengan demikian tidak ada perempuan yang hemofilia.



2. Buta Warna

      Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari kata "colour blind")


Karena gennya terdapat dalam kromosom X, sedangkan seorang perempuan mempunyai 2 kromosom-X, maka seorang perempuan dapat normal homozigotik (CC), normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang dijumpai homozigotik (cc) sehingga buta warna

Laki-laki hanya memiliki sebuah kromosom-X saja, sehingga ia hanya dapat normal (C-) atau buta warna (c) saja.


Ciri ciri buta warna :

1. Kesulitan membedakan warna

2. Penglihatan warna yang pudar

3. Kesulitan dalam aktivitas sehari - hari

4. Kesulitan membaca warna



3. Anodontia

Anodontia adalah kelainan herediter yang disebabkan oleh gen resesif pada kromosom -X. 

Orang yang menderita kelainan ini tidak memiliki benih gigi di dalam tulang rahangnya, sehingga gigi tidak tumbuh seterusnya. Alelnya dominan A menentukan orang bergigi normal. Anodontia juga lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.



4. Albino

     Albino disebut juga hypomelanism atau hypoutelanosis, yaitu kelainan genetik dengan ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). 


Albino timbul dari perpaduan gen resesif, Ciri ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua).

5. Sindaktili

   Sindaktili merupakan kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih sehingga telapak tangan menjadi berbentuk seperti kaki bebek atau angsa (webbed fingers). 


Dalam keadaan normal, ada sejumlah gen yang membawa "perintah" kepada deretan sel diantara dua jari untuk mati sehingga kedua jari tersebut menjadi terpisah sempurna



6. Polidaktili

   Polidaktili merupakan pewarisan sifat berupa kelebihan jumlah jari tangan atau kaki. Polidaktilu dikenal juga dengan nama hiperdaktili. 


Bila jumlah jarinya enam disebut Seksdaktili, dan bila tujub disebut heksadaktili, Polidaktili terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran


7. brakidaktili

    Brakidaktili adalah cacat lahir kongenital dengan jari tangan atau jari kaki yang lebih pendek dari biasanya. Brakidaktili terjadi pada 1 dari 4.000 kelahiran.



SUMBER


motto:" Stay true to yourself"




Keanekaragaman hayati Indonesia

Keanekaragaman hayati Indonesia 

Disusun oleh :
Bagas sulaiman / X-4 / 15

1. Persebaran Flora di Indonesia

Flora adi Indonesia tergolong flora Malesiana. Fiora Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara. Fiora Malesiana didominasi oleh pohon dari familla Dipterocarpaceae, yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap. Contoh: meranti (Shorea sp.) dan keruing (Dipterocarpus sp.). Tipe hutan Indonesia bagian timur agak berbeda. Mulal dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan non-Dipterocarpaceae.
2. Persebaran Fauna di Indonesia

Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna, yaitu wilayah oriental, Australian, dan peralihan.

a. Fauna Wilayah Oriental

Fauna wilayah oriental meliputi berbagai macam primata, mamalia besar, dan berbagai jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Contoh jenis fauna endemik: badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, tapir (Tapirus indicus) di Pulau Sumatra, orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Sumatra dan Kalimantan, jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Pulau Bali, dan gajah (Elephas maximus) di Sumatra dan Kalimantan.

b. Fauna Wilayah Australian

Fauna wilayah Australian didominasi hewan berkantong, terdapat mamalla berukuran kecil, dan banyak jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna endemik: cenderawasih (Paradisea minor), kasuari (Casuarius glaeatus), dan kanguru di Papua dan Maluku.

c. Fauna Wilayah Peralihan

Fauna wilayah peralihan meliputi jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah oriental dan Australian. Contoh jenis fauna endemik: babi rusa, anoa, maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo.
Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia dibedakan men- jadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut.

1. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Hujan Tropis

Keunikan hutan hujan tropis yaitu pada kelimpahan kekayaan dan kesuburannya. Kesan ini tidak hanya pada kekayaan jenis ekosistem, tetapi juga keanekaragaman yang luar biasa pada tumbuhan, dilihat dari ukuran, bentuk, pertumbuhan, dan perawakan. Ciri-ciri hutan hujan tropis di

Indonesia yaitu adanya tumbuhan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan merambat (liana).
  
2. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Musim

Keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan musim berbeda dengan keanekaragaman jenis di hutan hujan tropis. Persebaran hutan musim di Indonesia membentuk kelompok hutan kecil yang berada di antara tipe vegetasi lainnya. Contoh hutan musim di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. 

3. Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan Sabana
Hutan sabana didominasi oleh rumput-rumputan dan herba. Hutan sabana ditemukan di daerah kering di Indonesia yang digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.

A.Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan anugerah terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa. Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Penyebab terjadinya keanekaragaman hayati yaitu adanya proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru
Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk

hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.
Adapun adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.

Keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Keanekaragaman hewan, tumbuhan, serta organisme yang ada di alam sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder.

B.Inovasi Teknologi Biologi untuk Mengatasi Kelangkaan Makhluk Hidup

Seperti yang telah kita ketahui pada bab sebelumnya bahwa inovasi teknologi biologi merupakan inovasi yang melibatkan penerapan teknologi dalam berbagai aspek biologi, seperti penelitian genetika, pengembangan obat-obatan, rekayasa genetika, dan banyak lagi. Inovasi teknologi biologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelestarian ex situ, seperti kebun plasma nutfah. Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan makhluk hidup bisa dilakukan dengan kultur jaringan dan kloning. Berikut dua teknik utama yang sering digunakan untuk menjaga dan memulihkan populasi tanaman dan kloning

1.Perbanyakan dengan Kultur Jaringan

a.Perbanyakan dengan kultur jaringan adalah teknik di mana tanaman atau jaringan hewan yang memiliki karakteristik yang diinginkan dapat diperbanyak dalam lingkungan laboratorium

 b. Teknik ini melibatkan pengambilan sampel kecil dari tanaman atau jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

c. Dalam kasus tanaman, teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan klon tanaman yang bebas dari penyakit atau varietas tanaman yang unggul dalam hal produktivitas atau ketahanan terhadap hama.

d. Keuntungan utama dari teknik ini adalah memungkinkan perbanyakan yang cepat dan berkualitas tinggi dari tanaman yang diinginkan

2.Teknologi Kloning

a. Teknologi kloning adalah teknik yang digunakan untuk menghasilkan salinan identik dari hewan atau tanaman tertentu. Dalam kasus hewan, teknologi kloning melibatkan pengambilan sel telur dan sel sperma,

b. menggabungkannya untuk membentuk embrio, kemudian menanamkan embrio ini ke dalam seekor induk yang akan melahirkan hewan yang merupakan salinan identik dari individu asal.

 c. Teknik ini telah digunakan untuk menghasilkan klon hewan yang terancam punah, seperti badak putih utara yang terancam punah.

d. Keuntungan utama dari teknologi kloning adalah dapat mempertahankan spesies yang hampir punah atau memulihkan populasi yang telah berkurang drastis. Kedua teknik ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan memungkinkan pelestarian dan pemulihan spesies yang terancam punah. Meskipun teknologi Ini merupakan alat yang sangat berguna, tetap penting untuk menjaga habitat alami dan mengurangi ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati. Sehingga, selain menggunakan teknologi, upaya konservasi yang melibatkan komunitas lokal dan penegakan hukum yang ketat juga sangat penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati demi generasi mendatang.

Sumber internet
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati

Motto : Perubahan dimulai dari diri sendiri, jadilah perubahan yang kamu inginkan.



 

Kamis, 07 November 2024

Perencanaan Usaha Alat Uji Kekeruhan Air


Disusun oleh: Novita Roro K. (XII-3/26) 



Sebelum melakukan proses produksi alat uji kekeruhan air dilakukan analisis peluang usaha. Menganalisis peluang usaha produk teknologi rekayasa terapan dimaksudkan untuk menemukan peluang usaha produk yang dapat dimanfaatkan serta mengetahui besarnya potensi usaha tersedia dan lamanya usaha dapat bertahan


1. Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha (produk rekayasa) didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif dengan memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity) dengan cara meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threat). Analisis SWOT membantu mulai perencanaan hingga pelaksanaan rangkaian terhadap bisnis secara terstruktur dan sistematis melalui pengetahuan dasar tentang hal-hal berikut. 

a. Cara agar dapat memanfaatkan kekuatan (strength) sehingga menghasilkan peluang (oppopportunity)

b. Strategi yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan (weakness) perusahaan yang berisiko mencegah datangnya keuntungan sekaligus berpotensi mendatangkan kerugian

c. Cara yang tepat agar dapat memanfaatkan kekuatan (strength) yang dimiliki oleh perusahaan sehingga bisnis yang dijalankan mampu menghadapi dan menyelesaikan ancaman (threat) yang ada maupun mungkin akan timbul

d. Langkah yang harus diambil untuk mengendalikan dan mengatur kelemahan (weakness) perusahaan yang berisiko dalam memicu ancaman (threat) saat menjalankan bisnis. Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama ke dalam daftar yang terorganisasi dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana. Berikut analisis SWOT alat uji kekeruhan air.

a. Kekuatan (Strength)

1) Desain yang akurat alat uji kekeruhan air yang dirancang dengan baik dan akurat dapat menjadi kekuatan utama.

2) Kualitas yang tinggi, produk yang memiliki kualitas tinggi dapat meningkatkan reputasi dan kepercayaan konsumen

3) Teknologi terkini, penggunaan teknologi terkini dalam alat uji dapat meningkatkan kinerja dan kehandalan produk

b. Kelemahan (Weakness)

1) Biaya produksi tinggi, jika biaya produksi tinggi, harga produk dapat menjadi hambatan dalam penetrasi pasar. 

2) Keterbatasan sumber daya, kurangnya sumber daya, seperti tenaga kerja yange terampil atau fasilitas produksi yang memadai, dapat menjadi kendala dalam produksi.

c. Peluang (Opportunity) 

1) Pertumbuhan pasar, pasar alat uji kekeruhan air terus berkembang seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya mengukur kualitas air.

2) Kebutuhan regulasi, adanya regulasi yang mewajibkan pengukuran kekeruhan air di berbagai sektor dapat menjadi peluang untuk produk ini.

d. Ancaman (Threat)

1) Persaingan yang ketat, persaingan dengan produsen alat uji kekeruhan air lainnya dapat menjadi ancaman terutama jika tidak ada diferensiasi yang jelas.

2) Perubahan teknologi, perkembangan teknologi yang cepat dapat membuat produk menjadi usang atau kurang relevan jika tidak diperbarui secara teratur.

Dengan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, entitas dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai kesuksesan dan merespons perubahan lingkungan dengan lebih baik.


2 . Tujuan Analisis SWOT

Sebagai metode yang mempermudah dalam melakukan perencanaan strategi secara khusus di bidang bisnis, analisis SWOT memiliki tujuan utama sebagai berikut.

a. Memudahkan Pemetaan Faktor-Faktor Penting

Keempat komponen analisis SWOT akan memudahkan dalam mengetahui sekaligus memetakan faktor-faktor penting yang mengelilingi sebuah rencana atau strategi Dengan analisis SWOT, wirausaha dapat mengetahui faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan, seperti faktor kekuatan dan kelemahan sekaligus faktor-faktor eksternal di luar perusahaan, seperti kesempatan dan ancaman.

b. Memprediksi Berbagai Masalah yang Mungkin Muncul

Dengan mengetahui potensi-potensi pemicu permasalahan dari analisis SWOT yang dapat berupa kekurangan maupun ancaman, wirausaha dapat lebih jeli dalam melihat kemungkinan masalah yang akan datang. Wirausaha dapat mempersiapkan untuk mengatasi masalah tersebut.

c. Mengetahui Posisi Perusahaan di Tengah Persaingan

Metode analisis SWOT yang memperhatikan dengan saksama bagaimana suatu rencana disusun berdasarkan pertimbangan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tidak hanya untuk melihat posisi perusahaan, namun juga untuk melihat perusahaan kompetitor yang ikut bersaing di pasar. Dengan analisis SWOT wirausaha dapat juga menganalisis perusahaan lawan agar dapat unggul dalam persaingan secara nyata di pasar.

d. Memberi Kesempatan Perusahaan untuk Berkembang

Penggunaan analisis SWOT yang tepat dan maksimal mempermudah dalam memperoleh kesempatan untuk mengembangkan perusahaan. Perencanaan matang dengan memperhatikan faktor-faktor penting dalam empat komponen SWOT akan mendekatkan kemajuan perusahaan.

e. Memudahkan Pengambilan Keputusan

Analisis SWOT digunakan untuk keperluan perencanaan strategi dan penyelesaian masalah. Dengan demikian, analisis SWOT dapat mempermudah dalam mengambil keputusan-keputusan penting selama menjalani bisnis di perusahaan. 


3. Menyusun Pertanyaan Analisis

Analisis SWOT menjadi salah satu cara dalam mengatasi masalah bisnis dan kendala yang harus dihadapi di masa mendatang.

Berikut contoh pertanyaan yang dapat disusun untuk menentukan empat unsur analisis SWOT.

a. Strength

Fokus pada hal-hal unik, istimewa, dan unggul yang dimiliki oleh bisnis yang dibangun.

Beberapa pertanyaan yang diajukan seperti berikut :

1) Apa saja keunggulan dari produk?

2) Apa saja hal unik dari produk yang membuatnya berbeda?

3) Apa keunggulan sistem pemasaran Anda dibanding kompetitor?

4) Apa yang membuat banyak pelanggan menjadi terus-menerus membeli produk Anda? 

5) Apa strategi pemasaran yang membuat produk Anda dapat akrab di telinga konsumen?

b. Weakness

Fokus pada hal-hal yang merupakan kekurangan sehingga membuat produk yang ditawarkan menjadi membosankan, tidak laku, bahkan dijauhi konsumen. Contoh pertanyaan untuk mengetahui weakness sebagai berikut.

1) Apa yang membuat produk tidak laku di pasar?

2) Mengapa konsumen tidak mengenal produk yang ditawarkan?

3) Bagaimana strategi pemasaran sehingga membuat produk tidak laku?

4) Di mana letak toko sehingga sepi pengunjung?

5) Apa yang membuat pelanggan setia berhenti membeli produk?

c. Opportunity

Fokus pada hal-hal yang bisa menjadi kesempatan sehingga dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih maju. Contoh pertanyaan yang diajukan sebagai berikut

1) Apakah usaha Anda telah memenuhi tren yang sedang berlaku di pasar?

2) Apakah usaha Anda telah memenuhi kebutuhan konsumen secara umum?

3) Apakah geral yang dibangun sesuai letak target pasar?

d. Threat

Fokus pada hal-hal yang dapat berpotensi mengancam atau mengganggu jalannya bisnis. Berikut pertanyaan yang dapat diajukan

1) Apa tren yang telah dilewatkan oleh usaha Anda?

2) Apa yang dilakukan kompetitor sehingga mereka begitu kuat?

3) Apa saja peristiwa politik atau bencana alam yang dapat memengaruhi usaha?


Motto

"Treat people the way you would like to be treated"

Hereditas Pada Manusia

Penyakit Menurun



Disusun oleh :
nama: Imansyach Rabbany Irfan 
kelas: XII-9 
No.absen: 14

1. Hemofilia


    Menurut Suryo, 2011: 206, hemofilia ialah suatu penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku di waktu terjadi luka. Biasanya darah orang normal bila keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit. Akan tetapi pada orang hemofilia, darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah menyebabkan orang meninggal dunia karena kehilangan darah.

    Perkawinan antara seorang perempuan normal homozigotik (HH) dengan laki-laki hemofilia (h-) akan menghasilkan anak perempuan maupun laki-laki normal. Walaupun anak perempuan itu normal, tetapi ia "carrier". Jika ia menikah dan kebetulan mendapatkan suami hemofilia pula, maka separoh dari jumlah anak laki-lakinya ada kemungkinan hemofilia. Sedangkan genotipe hh bersifat letal. Dengan demikian tidak ada perempuan yang hemofilia. Perhatikan persilangan berikut.


    Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal yang menikah dengan laki-laki hemofilia akan mempunyai anak-anak yang semuanya normal. Jadi ayah tidak mewariskan gen hemofilia yang dimilikinya kepada anak. Perhatikan juga persilangan berikut.


    Pada persilangan di atas, seorang perempuan normal tetapi carrier menikah dengan laki-laki hemofilia, akan dapat menghasilkan anak perempuan hemofilia.




2. Buta Warna

    Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari kata " colour blind"),

    Karena gennya terdapat dalam kromosom X, sedangkan seorang perempuan mempunyai 2 kromosom-X, maka seorang perempuan dapat normal homozigotik (CC), normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang dijumpai homozigotik (cc) sehingga buta warna. 

    Laki-laki hanya memiliki sebuah kromosom- X saja, sehingga ia hanya dapat normal (C -) atau buta warna ( c - ) saja. Perhatikan persilangan berikut.


    Pada persilangan di atas, laki-laki buta warna menikah dengan perempuan normal, maka semua anak akan normal. Perhatikan juga persilangan berikut.


    Pada persilangan di atas, seorang laki-laki normal menikah dengan perempuan buta warna. Semua anak perempuan akan normal, tetapi semua anak laki. laki buta warna. Di sini tampak adanya "criss-cross inheritance" (cara menurun bersilang), karena sifat ayah diwariskan kepada anak perempuan, sedangkan sifat ibu kepada anak laki-laki. Perhatikan persilangan berikut.


    Pada persilangan di atas, perempuan normal (carrier) Cc menikah dengan laki-laki buta warna c. Separoh dari jumlah anak perempuan kemungkinan buta warna, demikian pula dengan anak laki-laki.


3. Anodontia


sumber:https://images.app.goo.gl/SHzY5PBgUMGrG6yQ7

    Anodontia adalah kelainan herediter yang disebabkan oleh gen resesif pada kromosom -X Orang yang menderita kelainan ini tidak memiliki benih gigi di dalam tulang rahangnya, sehingga gigi tidak tumbuh seterusnya. Alelnya dominan A menentukan orang bergigi normal. Anodontia juga lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.


4. Albino


    Albino disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, yaitu kelainan genetik dengan ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif. Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau putih pucat dan memiliki iris merah muda mempunyai atau biru dengan pupil merah (tidak semua).


5. Sindaktili


sumber:https://images.app.goo.gl/nk4iFwnHUjzzEuUL9


    Sindaktili merupakan kelainan jari berupa pelekatan dua jari atau lebih sehingga telapak tangan menjadi berbentuk seperti kaki bebek atau angsa (webbed fingers). Jari yang sering mengalami pelekatan adalah jari telunjuk dengan jari tengah, jari tengah dengan jari manis, atau ketiganya. Sindaktili terjadi pada 1 dari 2.500 kelahiran. Lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan.


6.  Polidaktili


sumber:https://images.app.goo.gl/VAwQzhGymmf93HVj7

    Polidaktili merupakan pewarisan sifat berupa kelebihan jumlah jari tangan atau kaki. Polidaktili dikenal juga dengan nama hiperdaktili. Bila jumlah jarinya enam disebut seksdaktili, dan bila tujuh disebut heksadaktili. Polidaktili terjadi pada 1 dari 1.000 kelahiran.


7. Brakidaktili


sumber:https://images.app.goo.gl/NoR7Us3sRJY7tCSR6

    Brakidaktili adalah cacat lahir kongenital ditandai dengan jari tangan atau jari kaki yang lebih pendek dari biasanya. Brakidaktili terjadi pada 1 dari 4.000 kelahiran.


Sumber: (Buku mediatama halaman 170-173)

Motto: "Awali dengan Bismillah, akhiri dengan Alhamdulillah."