Kamis, 31 Oktober 2024

PKWU - Turbidimeter

 Disusun oleh : Nadyla Putry Almyra,15,XII-6

I :PENGERTIAN

Turbidimeter adalah alat yang digunakan sebagai standar untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Alat ini bekerja dengan prinsip pengukuran menggunakan sensor turbiditas dan dapat memberikan pembacaan dalam satuan NTU (Nephelometric Turbidity Units). Pengukuran kekeruhan penting dalam berbagai aplikasi, termasuk pemantauan kualitas air, pengolahan air minum, pengolahan limbah industri makanan dan minuman, serta aplikasi laboratorium lainnya.Sebagai alat pengukur kekeruhan, turbidimeter memainkan peran penting dalam memastikan air yang digunakan aman dan sesuai dengan standar kesehatan. Dengan memonitor kekeruhan, dapat diidentifikasi apakah ada peningkatan partikel yang tidak diinginkan dalam air, seperti lumpur, tanah, mikroorganisme, atau bahan organik lainnya yang dapat memengaruhi kualitas air dan kesehatan manusia. Turbidimeter umumnya digunakan oleh operator instalasi pengolahan air, laboratorium pengujian air, insinyur lingkungan, dan berbagai industri yang membutuhkan pemantauan kekeruhan cairan sebagai bagian dariproses produksi.

II : CARA KERJA 

Alat uji kekeruhan air seperti turbidimeter, bekerja dengan mengukur pengurangan intensitas cahaya. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip pengurangan intensitas cahaya atau prinsip hamburan cahaya. Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut. cahaya (seperti LED) dikirimkan melalui air yang akan diukur oleh 

a. Sinar cahaya dari sumber sensor di sisi lain. Intensitas cahaya ini adalah I, atau intensitas cahaya saat memasuki air

b. Ketika cahaya melintasi air yang mengandung partikel padat, seperti lumpur atau partikel lainnya, cahaya akan tersebar (dispersed) oleh partikel-partikel ini. Makin banyak partikel padat dalam air, makin banyak cahaya yang dihamburkan.

c. Sensor di sisi lain akan menerima cahaya yang telah dihamburkan oleh partikel. Intensitas cahaya yang diterima oleh sensor ini adalah I.

d. Turbidimeter mengukur pengurangan intensitas cahaya, yang merupakan perbedaan antara intensitas cahaya masuk (1) dan intensitas cahaya yang tertangkap oleh sensor (I). Pengurangan intensitas ini adalah hasil dari hamburan cahaya oleh partikel-partikeldalam air.

e. Nilai kekeruhan dihitung berdasarkan perbandingan antara pengurangan intensitas cahaya (1-1) dengan intensitas cahaya masuk (1), kemudian dikonversi menjadi satuan kekeruhan yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar