Disusun oleh Ersya Nur Izzah Nailatutsani
a. Sinar cahaya dari sumber cahaya (seperti LED) dikirimkan melalui air yang akan diukur oleh sensor di sisi lain. Intensitas cahaya ini adalah I, atau intensitas cahaya saat memasuki air.
b. Ketika cahaya melintasi air yang mengandung partikel padat, seperti lumpur atau partikel lainnya, cahaya akan tersebar (dispersed) oleh partikel-partikel ini. Makin banyak partikel padat dalam air, makin banyak cahaya yang dihamburkan.
c. Sensor di sisi lain akan menerima cahaya yang telah dihamburkan oleh partikel. Intensitas cahaya yang diterima oleh sensor ini adalah I.d. Turbidimeter mengukur pengurangan intensitas cahaya, yang merupakan perbedaan antara intensitas cahaya masuk (I) dan intensitas cahaya yang tertangkap oleh sensor (I). Pengurangan intensitas ini adalah hasil dari hamburan cahaya oleh partikel-partikel dalam air.e. Nilai kekeruhan dihitung berdasarkan perbandingan antara pengurangan intensitas cahaya (I-I) dengan intensitas cahaya masuk (I), kemudian dikonversi menjadi satuan kekeruhan yang sesuai.
lIl. Konsep Turbidimeter Berbasis Optik
Turbidimeter berbasis optik adalah jenis turbidimeter yang menggunakan prinsip optik untuk mengukur kekeruhan dalam cairan. Prinsip ini didasarkan pada hukum hamburan cahaya oleh partikel-partikel kecil yang terlarut dalam cairan. Cara kerja turbidimeter yang menggunakan konsep optik memiliki dua komponen utama, yaitu komponen LED inframerah dan fototransistor.
Cahaya inframerah memiliki koefisien penyerapan yang lebih kecil. Hal ini dikarenakan cahaya inframerah memiliki intensitas cahaya dengan panjang gelombang lebih dari 800 nm. Penggunaan cahaya ini dapat meminimalisir gangguan yang disebabkan oleh adanya zat penyerap cahaya yang terlarut dalam air. Zat yang memberikan warna pada suatu campuran sering kali didapati pada permukaan air atau pada air minum yang berasal dari air permukaan, maka penggunaan sensor optik dengan panjang gelombang yang lebih besar akan menghasilkan pengukuran yang lebih baik.
Sebagai penerima cahaya, pada turbidimeter dipasang fototransistor. Cara kerja fototransistor layaknya transitor biasa, namun bagian kaki basis terbuat dari bahan fotokonduktif yang akan mengaktifkan aliran arus dari kolektor menuju emitor. Banyaknya cahaya yang diterima oleh basis fototransistor akan memengaruhi besar arus yang dialirkan dari kaki kolektor menuju kaki emitor. Perubahan pada jumlah cahaya yang ditransmisikan melalui air bergantung pada jumlah materi lain yang tersuspensi dan tidak terlarut dalam air tersebut. Apabila jumlah materi lain tersebut meningkat, maka jumlah cahaya yang ditransmisikan oleh fotodiode menuju fototransistor akan berkurang karena terhalang oleh materi lain.
Perubahan arus pada kaki emitor fototransistor yang dipengaruhi oleh perubahan suhu yang diterima oleh fototransistor melalui cahaya inframerah ini yang akan dimanfaatkan untuk diubah menjadi tegangan menggunakan resistor pada kaki emitor. Ketika kekeruhan air makin tinggi, cahaya inframerah yang menuju fototransistor akan makin sedikit dan membuat arus difusi yang melewati fototransistor dari kaki kolektor menuju emitor makin sedikit. Peristiwa yang terjadi pada saat sensor mendeteksi kekeruhan air dapat dijelaskan menggunakan sebuah ilustrasi pada gambar berikut.
lV. Jenis-Jenis Turbidimeter
Berikut beberapa jenis turbidimeter yang umum digunakan.
a. Turbidimeter Portabel
Turbidimeter portabel dirancang untuk digunakan di lapangan atau di lokasi yang berbeda-beda. Alat ini biasanya ringan, mudah dibawa, dan menggunakan baterai sebagai sumber daya. Turbidimeter portabel sangat berguna untuk pengukuran kekeruhan di lokasi seperti sumber air, sungai, dan instalasi pengolahan air yang terpencil. Turbidimeter portabel biasanya dilengkapi dengan baterai yang tahan lama atau daya portabel lainnya.
Turbidimeter portabel dapat digunakan tanpa ketergantungan pada sumber listrik eksternal, memudahkan penggundan di lokasi yang tidak memiliki akses listrik. Meskipun portabel, turbidimeter ini mampu memberikan pengukuran kekeruhan yang cepat dan akurat. Pengguna cukup mengambil sampel air atau cairan yang akan diukur, kemudian masukkan ke dalam alat dan hasil pengukuran dapat dilihat dalam hitungan detik.
b. Turbidimeter Benchtop
Turbidimeter benchtop memiliki ukuran yang lebih besar daripada turbidimeter portabel dan biasanya digunakan di laboratorium atau fasilitas pengujian yang tetap. Alat ini memiliki akurasi yang tinggi dan biasanya dilengkapi dengan fitur tambahan untuk analisis yang lebih kompleks. Turbidimeter benchtop cocok untuk pengukuran rutin kekeruhan dalam skala laboratorium. Alat ini memiliki platform yang stabil dan terpasang di meja kerja atau benchtop di laboratorium, sehingga memberikan pengukuran yang lebih konsisten dan akurat.
1) Turbidimeter dapat memberikan pengukuran kekeruhan yang akurat, terutama pada alat yang baik dan dikalibrasi dengan benar. Ini membuatnya sangat berguna untuk pemantauan kualitas air dan pengendalian proses industri.2) Proses pengukuran kekeruhan dengan turbidimeter umumnya sangat cepat, memberikan hasil dalam hitungan detik atau menit, tergantung pada jenis alat dan lingkungan pengukuran.3) Turbidimeter berbasis optik tidak merusak sampel karena tidak ada kontak fisik dengan cairan yang diukur. Ini berarti sampel tidak diubah atau terkontaminasi selama proses pengukuran.4) Beberapa turbidimeter juga dapat mengukur parameter lain selain kekeruhan, seperti pH, suhu, konduktivitas, atau oksigen terlarut. Hal ini memberikan fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.5) Turbidimeter portabel sangat berguna untuk digunakan di lapangan atau di lokasi yang berbeda-beda. Mereka biasanya ringan, mudah dibawa, dan menggunakan baterai sebagai sumber daya.6) Turbidimeter online memungkinkan penggunaan alat ini untuk pemantauan terus- menerus dalam sistem yang sedang berjalan. Ini memungkinkan deteksi dini terhadap perubahan kekeruhan yang tidak diinginkan dan pengendalian proses secara real time.
1) Turbidimeter, terutama yang akurat dan berkualitas tinggi, bisa menjadi mahal untuk dibeli dan dipelihara. Hal ini bisa menjadi hambatan untuk penggunaan di lingkungan dengan anggaran terbatas.2) Beberapa jenis turbidimeter memerlukan perawatan berkala dan kalibrasi yang tepat agar memberikan hasil yang akurat. Hal ini memerlukan biaya tambahan dan waktu untuk pemeliharaan yang rutin.3) Turbidimeter mungkin tidak dapat mengukur kekeruhan dalam sampel yang sangat gelap atau sangat keruh, tergantung pada batas deteksi alat tersebut.4) Perubahan suhu, tekanan, atau komposisi kimia dalam cairan dapat memengaruhi hasil pengukuran kekeruhan. Sebagai contoh, perubahan suhu dapat menyebabkan kontraksi atau ekspansi partikel yang memengaruhi hamburan cahaya.5) Faktor-faktor seperti gelembung udara atau partikel yang tidak larut dalam cairan dapat memengaruhi hasil pengukuran kekeruhan. Hal ini memerlukan pemahaman yang baik tentang kondisi pengukuran dan kemungkinan penyimpangan.
"Belajarlah dengan tekun dan cerdas, karena orang tua kita sudah bekerja sangat keras"aysre_









wah wawasan ku nambah
BalasHapusSangat membantu terimakasih kekak
BalasHapuswah bagus sekali penjelasannya, jadi makin paham, materinya juga lengkap, terima kasih sangat menambah wawasan
BalasHapusKeren banget habis baca ini, aku jadi tau lebih dalam tentang turbidimeter😍
BalasHapusKerennn Ersyaa, lengkap bgt lagi materinya 😆🥰
BalasHapuskeren sekalii
BalasHapus